Kamis, 29 Desember 2022

kaleidoskop 2022

 satu tahun berlalu begitu cepat menurutku

biasanya waktu berlalu dengan cepat karena kita melakukan hal yang menyenangkan.

tapi tidak tahun ini, aku menjalani hidup hampir dengan mindset bagaimana aku bisa bertahan hidup hari ini.

aku tidak pernah menyangka mencari kerja bisa semenjemukan ini.

karena terhalang jurusan, gender, umur, dan berbagai syarat lain, yang pada akhirnya membuatku muak.

pada februari tahun ini aku lolos seleksi rs, i dont know why bisa sampai lolos padahal usiaku juga sudah lebih dari ketentuan. tapi at the and aku lepas karena aku merasa gaji yang mereka berikan terlalu kecil dengan beban kerja seberat itu dan lingkungan dan biaya hidup disana yang tidak murah.

dari selama magang aku belajar bagaimana bekerja itu dari hati, bagaimana kita bersikap baik pada semua orang dan memanusiakan manusia.

lalu aku mencari kerja secara acak setelah itu.

pekerjaan apapun aku apply, sesuai ataupun tidak sesuai dengan persyaratan aku terjang.

tapi tetap saja nihil.

paling jauh hanya sebatas interview.

bahkan aku sudah tidak pulang selama 7 bulan karena banyak hal. Tekanan batin di rumah, biaya yang aku keluarkan untuk beli paket data, jajan, dll, komentar adiiku yang realistis tapi pedas.

jujur aku memang seperti kabur dari rumah, kabur dari masalah, dan bertahan hidup hari demi hari dari sisa uang yang aku punya. bahkan kupikir sisa uang ini hanya akan cukup sampai 2 bulan lagi. Selanjutnya mungkin aku akan menjual emas yang aku punya jika sampai saat itu aku belum punya pekerjaan.

Serasa masih belum cukup, teman-teman kuliahku ingin mengadakan reuni pada bulan depan. Apa yang harus aku lakukan ya? tentu saja aku ingin ikut. Tapi aku takut pada pertanyaan dan pandangan mereka nantinya tentang hidupku.

jika berpikir tentang itu rasanya aku ingin kembali ke 2019 dan mengambil jalan lain pada hidupku.

sampai pada titik ini aku merasa : kacau, berantakan, tidak berarti, sampah, hampa.

aku ingat sekali pada bulan oktober aku iseng menimbang berat badan dan aku sangat syok berada pada berat 53kg. dimana sebelumnya susah sekali rasanya timbangan untuk turun dari 57kg. 

sampai sekarang aku takut menimbang lagi.

tapi aku akui memang aku kurus sekarang. tapi prosesnya memang bukan untuk ditiru. aku benar-benar defisit kalori secara harfiah. aku berpikir, paling tidak aku bisa bertahan hidup dengan makan sekali sehari. itu sudah cukup.

aku yang kekurangan makan dan butuh uang ini tidak diimbangi dengan kemauan keras untuk mencari pekerjaan. itu yang aku benci dari diriku. alih-alih kirim lamaran kerja, seharian aku betah sekali untuk main game dari pagi sampai sore. lalu aku baru beranjak ketika sudah sangat lapar dan beli makan.

kalau itu aku lakukan terus aku benar-benar hanya bertahan hidup hingga uangku habis. lalu apa?

memang aku bukan orang yang benar-benar pemalas tidak pernah kirim lamaran kerja. tapi ada feedback dari lamaran yang aku kirim, terbatasnya lowongan yang bisa aku apply, dan proses interview yang gagal, semua itu membuatku down lalu semakin memperpuruk keadaanku. akhirnya aku melampiaskan pada game, youtube dan hiburan lain agar lari dari stres dan untuk menjaga kesehatan mentalku.

aku menulis inipun hanya semata untuk mencurahkan isi hatiku. menceritakan apa yang sebenarnya aku rasakan saat ini.

saat ini aku butuh:

- lepas dari kemalasanku yang sudah addicted

- makan untuk membuatku tidak lemas dan belajar dan melakukan apa yang harusnya ku lakukan.

- teman, tempat aku mendapatkan masukan dan agar tetap menjaga kewarasan otakku supaya tidak terlalu larut dalam kenegatifan pikiran burukku.

- pekerjaan agar aku bisa kembali menabung dan bersedekah lagi, mengumpulkan uang untuk beli hewan qurban lagi, menabung agar bisa liburan lagi

tapi banyak juga pikiran yang aku dapat ketika aku dalam posisi ini:

pasti saat ini bukan aku satu-satunya orang yang memiliki masalah pada kehidupan. ada pula pasti orang yang memiliki masalah yang sekaligus menimpanya seperti ini.

jika suatu saat nanti aku dapat bertahan dan bangkit dari masalah ini, aku harus selalu ingat untuk tetap rendah hati. jangan pernah berperilaku yang dapat menyinggung orang lain. ucapan, perbuatan harus sangat berhati-hati.

karena dulu aku pernah match dengan seseorang di tinder dan dia bisa dibilang tidak memiliki pekerjaan tetap. dan aku mengolok-olok dia. well, aku ingin minta maaf. aku tahu alasan dia bersikap manipulatif dan tidak ingin melepasku begitu saja saat itu mungkin karena saat itu aku adalah salah satu hal yang dapat menyelamatkannya. aku tidak menampik jika mungkin bisa saja aku melakukan hal yang serupa. walaupun kenyataannya tidak, ketika aku jobless aku pernah bertemu dengan orang yang match dan sayangnya dia tidak berperilaku seperti yang ku harapkan, didepanku dia masih terlihat care dengan orang lain yang dia match pula di dating app tersebut. walaupun setelah bertemu chat kami cukup intens aku memutuskan untuk melepasnya.

sepertinya aku akan membuat tulisan tersendiri mengenai kerumitan hubunganku dengan lawan jenis dan apa yang membuatku takut pada komitmen dan kegagalan.

yang pasti, kembali lagi pada pembahasan awal, aku tidak boleh bersikap buruk pada orang lain. aku pun harus menjaga postinganku di media sosialku, aku yakin banyak orang dengan berbagai sudut pandang bisa menafsirkan postinganku secara berbeda. ada yang menganggap biasa, bisa pula dianggap pamer.

berpakaianlah dan tunjukkanlah sikap sederhana, sekaya apapun dan semampu apapun kamu sesungguhnya. ada satu youtuber yang aku subscribe hanya karena aku tahu dia kaya tapi dia berpenampilan sederhana dan memiliki wawasan yang luas dan bersikap lembut penuh kasih. aku ingin mengambil sisi positif dari dia.

hal lain yang sebaiknya aku lakukan nanti adalah lebih banyak berbagi. sebenarnya tanpa kita tahu, mungkin ada di sekitar kita yang tidak menunjukkan namun sebenarnya dia pun kekurangan. jadi aku ingin ketika nanti sudah mapan, aku mentraktir orang di sekitarku, membagikan makanan pada orang lain.

untuk saat ini kurasa cukup sekian dulu yang aku bagikan.

semoga di tahun 2023 hal-hal baik terjadi pada kita, tapi ingat, hal baik akan terjadi jika kita pun melakukan hal baik. maka dari itu aku ingin diriku memaksakan diri menjauhi hal yang tidak baik, memaksakan diri melakukan hal baik dan beribadah dengan lebih konsisten.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar